Langsung ke isi
Bali Guide

Pura Terbaik untuk Dikunjungi di Bali: 15 Pura yang Wajib Dikunjungi untuk Pengunjung Pertama Kali

Pura Terbaik untuk Dikunjungi di Bali: 15 Pura yang Wajib Dikunjungi untuk Pengunjung Pertama Kali

Bali terkenal dengan pantainya yang indah, hamparan sawah yang hijau, dan resor mewah. Namun, salah satu pengalaman paling berkesan saat menjelajahi Pulau Dewata adalah mengunjungi pura-pura bersejarah yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Bali. Dikenal dengan sebutan pura, tempat-tempat suci ini mencerminkan tradisi Hindu Bali, arsitektur khas, serta hubungan erat antara spiritualitas dan alam. Dari pura yang berdiri di atas tebing dengan pemandangan Samudra Hindia hingga tempat suci yang dikelilingi hutan tropis, setiap pura menawarkan pengalaman yang berbeda. Bagi wisatawan yang baru pertama kali berkunjung ke Bali, mengunjungi pura merupakan cara yang menarik untuk mengenal budaya dan warisan sejarah pulau ini. Dalam panduan ini, kami membahas 15 pura terbaik di Bali yang wajib dikunjungi, lengkap dengan lokasi, daya tarik, dan tips perjalanan untuk membantu Anda merencanakan liburan.

1. Pura Luhur Uluwatu

Lokasi: Pecatu, Bali Selatan
Cocok untuk: Pemandangan laut, matahari terbenam, dan pertunjukan budaya

Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu pura paling ikonik di Bali. Terletak di atas tebing sekitar 70 meter dari permukaan laut, pura ini menawarkan pemandangan Samudra Hindia yang spektakuler. Pura Uluwatu termasuk salah satu pura penting dalam tradisi Hindu Bali dan memiliki nilai spiritual yang mendalam bagi masyarakat setempat. Selain menikmati pemandangan laut, wisatawan dapat menyaksikan pertunjukan Tari Kecak yang biasanya digelar menjelang matahari terbenam di area pertunjukan dekat pura. Pertunjukan ini menggabungkan tarian, nyanyian berirama, dan kisah epik Ramayana.

Mengapa wajib dikunjungi?

Pura Uluwatu merupakan pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam, budaya Bali, dan pengalaman matahari terbenam dalam satu kunjungan.

Tips berkunjung: Datanglah lebih awal untuk menikmati kawasan pura sebelum ramai. Jaga barang bawaan karena monyet di sekitar area dapat mengambil benda yang mudah dijangkau. Periksa jadwal pertunjukan Tari Kecak sebelum berangkat.

2. Pura Tanah Lot

Lokasi: Tabanan, Bali Barat Daya
Cocok untuk: Pemandangan laut dan fotografi matahari terbenam

Pura Tanah Lot merupakan salah satu ikon wisata Bali yang paling terkenal. Pura ini berdiri di atas formasi batu karang di tepi laut, menciptakan pemandangan yang sangat indah, terutama saat matahari terbenam. Tanah Lot memiliki hubungan erat dengan tradisi pemujaan laut dalam kepercayaan Hindu Bali. Ketika air laut surut, pengunjung dapat melihat formasi batu dan area di sekitar pura dengan lebih jelas. Saat pasang, sebagian akses di sekitarnya dapat tertutup air laut. Wisatawan dapat menikmati kawasan taman, jalur pejalan kaki, dan berbagai titik pandang di sekitar kompleks. Namun, area utama yang disucikan tidak selalu terbuka untuk umum.

Mengapa wajib dikunjungi?

Tanah Lot menawarkan perpaduan keindahan alam, nilai budaya, dan pemandangan matahari terbenam yang menjadi salah satu ciri khas Bali.

Tips berkunjung: Datanglah pada sore hari jika ingin menikmati matahari terbenam. Sisihkan waktu tambahan untuk perjalanan karena lalu lintas menuju Tanah Lot dapat padat, terutama dari kawasan Canggu dan Seminyak.

3. Pura Agung Besakih

Lokasi: Rendang, Karangasem, Bali Timur
Cocok untuk: Wisata spiritual, sejarah, dan arsitektur tradisional

Pura Agung Besakih dikenal sebagai Pura Ibu atau Mother Temple of Bali. Kompleks ini merupakan kompleks pura terbesar dan salah satu yang paling penting bagi umat Hindu Bali. Terletak di lereng Gunung Agung, kawasan Besakih terdiri dari sejumlah pura dengan gerbang batu, tangga, halaman, dan bangunan suci bertingkat yang disebut meru. Pura Besakih memiliki peran penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat Bali selama berabad-abad. Kompleksnya yang luas juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal arsitektur tradisional dan sejarah spiritual Bali.

Mengapa wajib dikunjungi?

Besakih sangat cocok bagi wisatawan yang ingin memahami sisi spiritual Bali lebih dalam, bukan sekadar mengunjungi tempat untuk berfoto.

Tips berkunjung: Luangkan waktu beberapa jam untuk menjelajahi kawasan ini. Gunakan alas kaki yang nyaman karena terdapat jalur menanjak dan tangga. Kenakan pakaian sopan dan ikuti aturan kunjungan yang berlaku.

4. Pura Ulun Danu Beratan

Lokasi: Bedugul, Bali Tengah
Cocok untuk: Pemandangan danau, fotografi, dan udara pegunungan

Pura Ulun Danu Beratan merupakan salah satu pura paling fotogenik di Bali. Terletak di tepi Danau Beratan dan dikelilingi pegunungan, kawasan ini menawarkan suasana sejuk yang berbeda dari daerah pesisir Bali. Bangunan pura yang berada di dekat permukaan danau menciptakan pemandangan yang indah, terutama ketika air danau terlihat tenang. Pura ini berkaitan dengan Dewi Danu, yang dalam tradisi Hindu Bali dihubungkan dengan air dan danau. Pengunjung dapat berjalan di area taman, menikmati pemandangan danau, serta mengabadikan arsitektur pura yang khas.

Mengapa wajib dikunjungi?

Pura Ulun Danu Beratan cocok bagi wisatawan yang menyukai alam, fotografi, dan suasana pegunungan.

Tips berkunjung: Usahakan datang pada pagi hari untuk menikmati suasana yang lebih sejuk. Cuaca Bedugul dapat berubah dengan cepat, sehingga sebaiknya siapkan jaket tipis atau perlengkapan hujan.

5. Pura Tirta Empul

Lokasi: Tampaksiring, Gianyar, dekat Ubud
Cocok untuk: Tradisi penyucian diri dan wisata budaya

Pura Tirta Empul terkenal dengan mata air suci dan kolam pemandian yang digunakan dalam tradisi penyucian diri umat Hindu Bali. Ritual yang dikenal sebagai melukat dilakukan sebagai bagian dari tradisi spiritual untuk penyucian diri. Bagi masyarakat Bali, air memiliki makna penting dalam kehidupan keagamaan dan keseimbangan spiritual. Wisatawan dapat mengunjungi area yang diperbolehkan, mempelajari sejarah pura, serta melihat bagaimana tradisi ini tetap dijalankan hingga sekarang. Pengunjung yang ingin mengikuti ritual harus mematuhi petunjuk pengelola dan menghormati tata cara setempat.

Mengapa wajib dikunjungi?

Tirta Empul memberikan kesempatan untuk mengenal tradisi spiritual Bali secara lebih dekat dan memahami pentingnya air dalam kehidupan masyarakat setempat.

Tips berkunjung: Kenakan pakaian yang sesuai dan ikuti aturan sebelum memasuki kolam ritual. Jangan menganggap semua area suci terbuka untuk wisatawan.

6. Pura Lempuyang Luhur

Lokasi: Kawasan Gunung Lempuyang, Karangasem, Bali Timur
Cocok untuk: Fotografi dan pemandangan Gunung Agung

Pura Lempuyang Luhur terkenal dengan gerbang batu ikonik yang sering disebut Gates of Heaven atau Gerbang Surga. Terletak di kawasan pegunungan Bali Timur, kompleks ini merupakan salah satu tempat suci penting dalam tradisi Hindu Bali. Saat cuaca cerah, Gunung Agung dapat terlihat di antara gerbang pura, menciptakan pemandangan yang sangat menarik untuk fotografi. Namun, pemandangan tersebut bergantung pada kondisi cuaca dan tidak selalu terlihat. Selain daya tarik visualnya, Lempuyang juga memiliki nilai spiritual sehingga pengunjung perlu menghormati aturan dan kesakralan kawasan.

Mengapa wajib dikunjungi?

Lempuyang menawarkan perpaduan arsitektur tradisional, pemandangan pegunungan, dan pengalaman budaya yang khas.

Tips berkunjung: Berangkatlah lebih pagi untuk mengurangi waktu menunggu. Siapkan waktu perjalanan yang cukup karena lokasi ini cukup jauh dari sebagian besar kawasan wisata di Bali Selatan.

7. Pura Taman Ayun

Lokasi: Mengwi, Badung
Cocok untuk: Arsitektur tradisional, taman, dan wisata sejarah

Pura Taman Ayun merupakan kompleks pura kerajaan yang dikelilingi taman dan kolam. Namanya sering dikaitkan dengan keindahan taman yang menjadi bagian dari kawasan pura. Di dalam kompleks ini, pengunjung dapat melihat gerbang tradisional, halaman pura, dan bangunan meru bertingkat yang mencerminkan arsitektur khas Bali. Taman Ayun juga menjadi bagian dari warisan budaya Bali yang berkaitan dengan lanskap dan sistem pengairan tradisional subak. Suasana taman yang tertata menjadikan pura ini menarik untuk wisatawan yang ingin menikmati keindahan arsitektur tanpa harus menjelajahi kompleks yang terlalu luas.

Mengapa wajib dikunjungi?

Taman Ayun cocok bagi wisatawan yang tertarik pada sejarah kerajaan Bali, arsitektur tradisional, dan lanskap taman.

Tips berkunjung: Pura ini dapat digabungkan dengan perjalanan menuju Tanah Lot atau Ubud, tergantung lokasi hotel dan rute yang dipilih.

8. Goa Gajah

Lokasi: Bedulu, Gianyar, dekat Ubud
Cocok untuk: Sejarah kuno, relief batu, dan arkeologi

Goa Gajah merupakan situs bersejarah yang terkenal dengan pintu gua berukir pada dinding batu. Meskipun namanya berarti Gua Gajah, daya tarik utamanya bukanlah keberadaan gajah, melainkan peninggalan arkeologi dan sejarah keagamaan yang mencerminkan perkembangan tradisi di Bali selama berabad-abad. Pengunjung dapat melihat pintu gua, area pemandian kuno, peninggalan batu, serta taman di sekitarnya. Situs ini menjadi salah satu tempat menarik untuk mengenal sejarah Bali melalui peninggalan arsitektur dan seni ukir kuno.

Mengapa wajib dikunjungi?

Goa Gajah cocok bagi wisatawan yang tertarik pada sejarah, arkeologi, dan budaya Bali di luar destinasi pantai yang populer.

Tips berkunjung: Gabungkan kunjungan ke Goa Gajah dengan beberapa destinasi budaya lain di sekitar Ubud dan Gianyar.

9. Pura Gunung Kawi

Lokasi: Tampaksiring, Gianyar
Cocok untuk: Monumen kuno, lembah hijau, dan sejarah Bali

Pura Gunung Kawi merupakan kompleks bersejarah yang terkenal dengan monumen suci yang dipahat langsung pada tebing batu. Terletak di lembah yang dikelilingi pepohonan tropis, sawah, dan aliran sungai, kawasan ini menawarkan suasana alam yang berbeda dari pura-pura di pesisir. Monumen batu di Gunung Kawi berkaitan dengan sejarah kerajaan Bali kuno dan menunjukkan keterampilan seni pahat masyarakat pada masa lampau. Untuk mencapai kompleks ini, pengunjung perlu melewati cukup banyak anak tangga. Namun, perjalanan tersebut juga menawarkan pemandangan alam yang menarik.

Mengapa wajib dikunjungi?

Gunung Kawi merupakan pilihan menarik bagi wisatawan yang menyukai sejarah, arsitektur kuno, dan pemandangan alam.

Tips berkunjung: Gunakan alas kaki yang nyaman, bawa air minum, dan siapkan tenaga untuk menaiki kembali tangga setelah selesai berkunjung.

10. Pura Goa Lawah

Lokasi: Pesinggahan, Klungkung, Bali Timur
Cocok untuk: Wisata budaya dan perjalanan ke Bali Timur

Pura Goa Lawah dikenal sebagai Pura Gua Kelelawar karena terdapat gua yang menjadi habitat kelelawar di kawasan pura. Pura ini merupakan salah satu tempat suci penting dalam tradisi Hindu Bali. Lokasinya di dekat pesisir menjadikannya persinggahan yang praktis bagi wisatawan yang menjelajahi kawasan Klungkung dan Bali Timur. Pengunjung dapat mengamati arsitektur tradisional, ukiran batu, dan suasana keagamaan dari area yang diperbolehkan. Meskipun kompleksnya tidak sebesar Pura Besakih, Goa Lawah memiliki karakter tersendiri yang membuatnya menarik untuk dikunjungi.

Mengapa wajib dikunjungi?

Goa Lawah cocok sebagai persinggahan budaya ketika menjelajahi Bali Timur, termasuk dalam perjalanan menuju Padang Bai.

Tips berkunjung: Periksa aturan kunjungan sebelum tiba, terutama jika sedang berlangsung upacara keagamaan.

11. Pura Luhur Batukaru

Lokasi: Wongaya Gede, Tabanan
Cocok untuk: Hutan tropis, suasana tenang, dan wisata spiritual

Pura Luhur Batukaru terletak di lereng Gunung Batukaru dan dikelilingi hutan tropis yang rimbun. Lingkungannya memberikan suasana yang teduh dan relatif tenang, berbeda dari beberapa pura yang ramai dikunjungi wisatawan. Pura ini memiliki peran penting dalam tradisi keagamaan masyarakat Bali, khususnya di kawasan pegunungan bagian barat. Pengunjung dapat menikmati suasana alam dan arsitektur pura dari area yang diperbolehkan, sambil menghormati aktivitas ibadah masyarakat setempat.

Mengapa wajib dikunjungi?

Batukaru cocok bagi wisatawan yang mencari pengalaman budaya dengan suasana alam yang lebih tenang.

Tips berkunjung: Kawasan pegunungan ini dapat mengalami hujan dan kabut. Siapkan perlengkapan yang sesuai dan perhitungkan waktu perjalanan melalui jalan pegunungan.

12. Pura Puseh Desa Batuan

Lokasi: Batuan, Gianyar
Cocok untuk: Seni ukir dan arsitektur tradisional Bali

Desa Batuan dikenal dengan tradisi seni dan budayanya, sementara pura di kawasan ini menarik perhatian melalui detail arsitektur serta ukiran batu yang khas. Pengunjung dapat melihat gerbang tradisional, patung, dan bangunan yang memperlihatkan keterampilan seni pahat Bali. Kawasan desa di sekitarnya juga dikenal dengan tradisi seni lukis dan kerajinan, sehingga kunjungan dapat menjadi bagian dari perjalanan budaya yang lebih luas.

Mengapa wajib dikunjungi?

Pura Batuan merupakan pilihan yang praktis bagi wisatawan yang ingin mengenal seni dan arsitektur tradisional Bali dalam perjalanan menuju Ubud.

Tips berkunjung: Luangkan waktu untuk mengamati detail ukiran dan mintalah izin sebelum memotret umat yang sedang beribadah atau mengikuti upacara.

13. Pura Ulun Danu Batur

Lokasi: Kintamani, Bangli
Cocok untuk: Pemandangan pegunungan dan tradisi pengairan Bali

Pura Ulun Danu Batur merupakan pura penting yang berkaitan dengan Dewi Danu dan tradisi pengelolaan air di Bali. Air memiliki peran utama dalam pertanian dan sistem irigasi tradisional Bali. Karena itu, pura yang berkaitan dengan pemujaan air memiliki arti penting bagi kehidupan spiritual dan pertanian masyarakat. Kompleks pura ini berada di kawasan Kintamani, yang juga terkenal dengan pemandangan Gunung Batur dan Danau Batur. Kompleks pura yang ada sekarang mencerminkan sejarah pemindahan pura setelah letusan Gunung Batur pada tahun 1917.

Mengapa wajib dikunjungi?

Pura Ulun Danu Batur cocok bagi wisatawan yang ingin menggabungkan wisata budaya dengan pemandangan pegunungan dan kawasan vulkanis Bali.

Tips berkunjung: Gabungkan kunjungan dengan destinasi lain di Kintamani. Bawalah pakaian tambahan karena suhu di kawasan ini dapat lebih sejuk dibandingkan Bali Selatan.

14. Pura Taman Saraswati

Lokasi: Pusat Ubud, Gianyar
Cocok untuk: Kolam teratai, arsitektur, dan wisata budaya

Pura Taman Saraswati merupakan salah satu tempat menarik di pusat Ubud, terkenal dengan kolam teratai dan arsitektur tradisional Bali. Pura ini didedikasikan kepada Dewi Saraswati, yang dalam tradisi Hindu dikenal sebagai dewi ilmu pengetahuan, pembelajaran, dan seni. Lokasinya yang strategis membuat pura ini mudah dimasukkan ke dalam rencana berjalan kaki di sekitar Ubud, bersama Istana Ubud, galeri seni, toko lokal, dan berbagai tempat kuliner. Pengunjung perlu memperhatikan area yang terbuka untuk umum karena pura tetap merupakan tempat ibadah.

Mengapa wajib dikunjungi?

Taman Saraswati merupakan pilihan praktis bagi wisatawan yang ingin menikmati arsitektur pura tanpa harus bepergian jauh dari pusat Ubud.

Tips berkunjung: Gabungkan kunjungan dengan Istana Ubud dan kawasan pusat kota. Periksa ketentuan akses terbaru sebelum datang.

15. Pura Dalem Ped

Lokasi: Desa Ped, Nusa Penida
Cocok untuk: Wisata spiritual dan budaya Nusa Penida

Pura Dalem Ped merupakan kompleks pura penting di Nusa Penida, pulau yang terkenal dengan tebing dramatis, pantai, dan pemandangan lautnya. Bagi wisatawan yang menghabiskan waktu di Nusa Penida, mengunjungi pura ini dapat memberikan perspektif berbeda tentang kehidupan spiritual masyarakat setempat. Kompleks ini merupakan tempat ibadah bagi masyarakat lokal, sehingga pengunjung perlu menjaga sikap dan menghormati aturan yang berlaku.

Mengapa wajib dikunjungi?

Pura Dalem Ped cocok bagi wisatawan yang ingin mengenal sisi budaya Nusa Penida, selain menjelajahi pantai dan pemandangan alamnya.

Tips berkunjung: Sesuaikan waktu kunjungan dengan jadwal kapal dan destinasi lain yang ingin dikunjungi. Perjalanan antarlokasi di Nusa Penida dapat memakan waktu lebih lama dari perkiraan.

Cara Merencanakan Wisata Pura di Bali

Agar perjalanan lebih efisien, susun itinerary berdasarkan wilayah. Beberapa pura berada cukup dekat satu sama lain, sedangkan destinasi lainnya memerlukan perjalanan darat yang panjang.

1. Wisata Pura Bali Selatan

Destinasi yang dapat dipertimbangkan:

  • Pura Luhur Uluwatu

  • Pura Tanah Lot, jika waktu perjalanan memungkinkan

Kedua destinasi ini menawarkan pemandangan pesisir yang indah dan cocok bagi wisatawan yang menginap di Seminyak, Canggu, Jimbaran, atau Nusa Dua. Namun, Uluwatu dan Tanah Lot berada di wilayah yang berbeda. Perhitungkan lalu lintas dan waktu matahari terbenam sebelum merencanakan keduanya dalam satu sore.

2. Wisata Pura Ubud dan Bali Tengah

Jika menginap di Ubud atau sekitarnya, Anda dapat mempertimbangkan:

  • Goa Gajah

  • Tirta Empul

  • Gunung Kawi

  • Taman Saraswati di pusat Ubud

Rute ini menawarkan kombinasi situs bersejarah, tradisi penyucian diri, dan arsitektur tradisional Bali. Pilih dua atau tiga destinasi agar Anda memiliki waktu yang cukup untuk menikmati setiap tempat tanpa terburu-buru.

3. Wisata Pura Bali Timur

Bali Timur cocok bagi wisatawan yang tertarik pada tempat suci penting dan pemandangan pegunungan. Destinasi yang dapat dipilih:

  • Pura Agung Besakih

  • Pura Lempuyang

  • Pura Goa Lawah

Karena lokasi pura-pura tersebut tersebar, urutan perjalanan perlu direncanakan dengan baik. Besakih dan Lempuyang masing-masing dapat memerlukan waktu kunjungan cukup panjang. Jika ingin menjelajahi beberapa destinasi sekaligus, menginap satu malam di Bali Timur dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman.

4. Wisata Pura Bedugul dan Bali Tengah Utara

Untuk menikmati suasana pegunungan, pertimbangkan:

  • Pura Ulun Danu Beratan

  • Pura Luhur Batukaru

  • Pura Taman Ayun, sesuai rute perjalanan

Rute ini menggabungkan pemandangan danau, hutan, dan arsitektur tradisional. Cuaca di kawasan pegunungan dapat berubah dengan cepat, sehingga sebaiknya siapkan jadwal yang fleksibel.

5. Wisata Budaya di Nusa Penida

Jika Anda berencana mengunjungi Nusa Penida, Pura Dalem Ped dapat dimasukkan ke dalam itinerary bersama beberapa destinasi alam di pulau tersebut. Perhitungkan waktu penyeberangan, perjalanan darat, dan jadwal kapal kembali. Memilih beberapa destinasi yang berdekatan biasanya lebih nyaman daripada mencoba mengunjungi seluruh tempat populer dalam satu hari.

Apakah Perlu Menggunakan Jasa Sopir Pribadi untuk Wisata Pura di Bali?

Menggunakan sopir pribadi dapat membuat perjalanan mengunjungi pura di Bali menjadi lebih nyaman, terutama jika Anda ingin mengunjungi beberapa tempat dalam satu hari. Pilihan transportasi umum antarpura cukup terbatas di banyak kawasan. Mengatur kendaraan secara terpisah untuk setiap tujuan juga dapat membuat perjalanan kurang fleksibel. Dengan layanan sopir pribadi, Anda dapat merencanakan rute sesuai minat, mengatur waktu kunjungan, dan menyesuaikan perjalanan berdasarkan kondisi lalu lintas maupun cuaca. Layanan ini sangat berguna bagi:

Sebagai contoh, wisata sehari dari Ubud dapat mencakup Tirta Empul, Gunung Kawi, dan Goa Gajah. Sementara itu, wisatawan yang menginap di Bali Selatan mungkin lebih tertarik mengunjungi Uluwatu atau Tanah Lot. Kini Luxury menyediakan layanan Private Luxury Charter untuk wisatawan yang ingin menjelajahi Bali dengan lebih nyaman dan fleksibel. Anda dapat mempertimbangkan layanan ini untuk menyusun rute perjalanan sesuai lokasi hotel dan destinasi yang ingin dikunjungi. Pelajari juga pilihan pengalaman melalui halaman Bali Travel Packages untuk melengkapi perjalanan budaya Anda dengan berbagai aktivitas menarik lainnya.

Etika Penting Saat Mengunjungi Pura di Bali

Pura merupakan tempat ibadah yang aktif, bukan sekadar objek wisata. Menghormati adat dan aturan setempat akan membantu menjaga kenyamanan pengunjung serta masyarakat yang menggunakan dan merawat tempat suci tersebut. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Gunakan pakaian yang sopan. Banyak pura mewajibkan pengunjung mengenakan sarung dan selendang. Ikuti aturan yang tertera di pintu masuk.

Hormati area yang dibatasi. Beberapa bagian pura hanya diperuntukkan bagi umat yang beribadah. Masuklah hanya ke area yang diperbolehkan.

Jaga sikap saat upacara berlangsung. Hindari mengganggu persembahyangan, menjaga jarak yang pantas, dan ikuti arahan petugas.

Mintalah izin sebelum mengambil foto. Bersikaplah bijaksana saat memotret umat, pemangku, atau kegiatan keagamaan.

Ikuti arahan setempat. Aturan kunjungan dapat berbeda di setiap pura dan akses dapat berubah ketika berlangsung upacara.

Jaga kebersihan. Jangan membuang sampah sembarangan atau menyentuh benda suci tanpa izin.

Perhatikan aksesibilitas. Beberapa pura memiliki tangga curam, permukaan jalan tidak rata, atau jalur berjalan yang cukup panjang. Pertimbangkan hal ini jika bepergian bersama anak-anak atau orang lanjut usia.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa pura paling terkenal di Bali?

Tanah Lot, Uluwatu, Ulun Danu Beratan, dan Besakih termasuk pura yang paling terkenal di Bali. Masing-masing menawarkan pengalaman berbeda, mulai dari pemandangan laut dan matahari terbenam hingga warisan spiritual dan pemandangan pegunungan.

Pura mana yang paling bagus untuk melihat matahari terbenam?

Pura Uluwatu dan Tanah Lot merupakan dua pilihan populer untuk menikmati matahari terbenam. Uluwatu menawarkan pemandangan tebing dan pertunjukan Tari Kecak, sedangkan Tanah Lot terkenal dengan lokasinya di atas batu karang di tepi laut.

Pura mana yang cocok untuk wisatawan yang baru pertama kali ke Bali?

Tanah Lot, Uluwatu, dan Ulun Danu Beratan merupakan pilihan menarik karena pemandangannya yang khas. Jika ingin lebih mengenal tradisi spiritual Bali, pertimbangkan Tirta Empul atau Besakih.

Apakah wisatawan boleh masuk ke pura di Bali?

Wisatawan dapat mengunjungi banyak kawasan pura, tetapi akses ke bagian tertentu dapat dibatasi. Ikuti aturan berpakaian, petunjuk petugas, dan ketentuan yang berlaku di setiap pura.

Bagikan

Lanjut membaca

Festival Layang - layang Bali: Kapan dan Di Mana Melihat Layang - layang Raksasa
Bali Guide  · 

Festival Layang - layang Bali: Kapan dan Di Mana Melihat Layang - layang Raksasa

Baca selengkapnya
Galungan & Kuningan: Perayaan Hindu Paling Penting di Bali
Bali Guide  · 

Galungan & Kuningan: Perayaan Hindu Paling Penting di Bali

Baca selengkapnya
Bisakah Wisatawan Menyaksikan Upacara Ngaben di Bali?
Bali Guide  · 

Bisakah Wisatawan Menyaksikan Upacara Ngaben di Bali?

Baca selengkapnya
Memahami Nama Bali: Mengapa Begitu Banyak Orang Disebut Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut
Bali Guide  · 

Memahami Nama Bali: Mengapa Begitu Banyak Orang Disebut Wayan, Made, Nyoman, dan Ketut

Baca selengkapnya
Mengapa Orang Bali Memakai Warna Putih dan Kuning? Memahami Gaun Upacara Suci Bali
Bali Guide  · 

Mengapa Orang Bali Memakai Warna Putih dan Kuning? Memahami Gaun Upacara Suci Bali

Baca selengkapnya
Mengapa Pohon dan Patung Dibungkus Kain Hitam Putih di Bali?
Bali Guide  · 

Mengapa Pohon dan Patung Dibungkus Kain Hitam Putih di Bali?

Baca selengkapnya
Panduan Mata Uang Bali: Memahami Uang Indonesia untuk Pengunjung Pertama Kali
Bali Guide  · 

Panduan Mata Uang Bali: Memahami Uang Indonesia untuk Pengunjung Pertama Kali

Baca selengkapnya